Tampilkan postingan dengan label qolbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label qolbu. Tampilkan semua postingan

22 September 2009

Ayat-Ayat Cinta

Berikut ini saya tuliskan beberapa ayat-ayat tentang cinta yang saya petik dari Al-Quran

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُواْ مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُواْ قَالُواْ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُواْ فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِن كُنتُمْ مُّؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)". (QS.2:93)

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS.2:165)

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS.3:14)

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.3:31)

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS.3:92)


وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُواْ كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِن تُصْلِحُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.4:129)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.5:54)

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
(QS.9:24)

إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ

(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. (QS.12:8)

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَن نَّفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبّاً إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ

Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata." (QS.12:30)

مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَـكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْراً فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ .ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّواْ الْحَيَاةَ الْدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. 107. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS.16:106-107)

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُوْلَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ .فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, 008. sebagai karunia dan ni`mat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS.49:7-8)


إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاء.فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَاراً .عُرُباً أَتْرَاباً

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, . penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS.56:35-37)

وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS.59:9)

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ

Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, (QS.75:20)

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبّاً جَمّاً

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (QS.89:20)

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. (QS.100:8)

--------------------------------
musthaf

27 April 2009

Menyatakan Perang dengan Setan...!!!

Menyatakan Perang dengan Setan..!!!

Latar Belakang memerangi Setan:

Pertama:
Setan adalah nyata-nyata sebagai musuh yang selalu menyesatkan. Ia tidak bisa diharapkan untuk diajak baik. Ia juga tidak akan membiarkan kita berbuat baik. Bahkan setan tidak akan merasa puas sebelum kita hancur binasa. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita merasa aman dari musuh semacam ini, dan melupakan kejahatannya.

Coba kita renungkan dua ayat firman Allah berikut:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَـٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", (QS.Ya Siin:60)

إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۖ
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), "(QS. Fathir:6)

Ayat tersebut merupakan peringatan yang tegas dan keras bagi kita.

Kedua:
Setan memang tercipta dengan watak memusuhi kita untuk selama-lamanya, tanpa mengenal lelah dan menyerah kalah. Sepanjang siang dan malam setan selalu meluncurkan anak panahnya bertubi-tubi kepada kita. Jika kita lengah, dapat kita bayangkan apa akibatnya?

Selanjutnya, ada keadaan yang dapat kita alami, yaitu dalam beribadah kepada Allah dan mengajak manusia untuk datang ke pintu rahmat Allah. Kita melakukannya dengan perbuatan dan ucapan. Keadaan ini berlawanan dengan usaha, tujuan, keinginan dan perbuatan setan. Maka kita seolah-olah bertindak dan menyingsingkan lengan baju untuk membuat marah setan, melawan dan menantangnya. Karena itu, setan juga bertindak dan menyingsingkan lengan baju untuk memusuhi kita, memerangi dan melancarkan berbagai tipu daya agar bisa merusak agama dan ibadah kita, bahkan merusak segala urusan kita. Kenapa? Sebab setan merasa tidak aman setelah kita menantangnya dengan persiapan-persiapan taat kepada Allah. Setan beraksud merusak orang yang tidak membuatnya marah dan tidak melawan, melainkan membenarkan dan menyetujuinya seperti orang-orang kafir, orang sesat dan orang-orang yang mencintai setan dalam sebagian keadaan. Lalu bagaimana tanggapan setan terhadap orang yang sengaja membuatnya marah dan memusatkan perhatiaan untuk melawannya? Bagaimana pun setan tetap musuh yang nyata bagi semua anak keturunan Adam As.

Ada permusuhan setan secara khusus bagi kita. Urusan diri kita bagi setan merupakan suatu hal yang penting, dan dalam menghadapi kita, setan mempunyai pembantu-pembantu. Pembantu setan ang paling berat bagi kita adalah hawa nafsu kita sendiri. Setan juga mempunyai banyak jalan dan pintu untuk menyusup masuk ke dalam benteng pertahanan kita, jika kita dalam keadaan lengah.

Seperti apa yang dikatakan oleh Yahya bin Mu'adz Ar-Razi. Beliau berkata: "Setan itu memiliki banyak waktu luang, sedang kita begitu sibuk. Setan dapat melihat kita, sedang kita tidak bisa melihatnya. Kita begitu mudah melupakannya, sedang ia tidak pernah lupa pada kita. Dan setan mempunyai banyak pembantu dalam diri kita."

Jika demikian posisi setan, maka kita harus terus memeranginya dan mengalahkannya. Kalau tidak, maka kita tidak akan aman dari kerusakan dan kebinasaan. Lalu dengan apa kita harus memerangi setan untuk dapat mengalahkannya?
Para Ulama ahli memerangi setan, mempunyai dua cara, yaitu:

  1. Sebagian Ulama mengatakan, bahwa cara menolak setan, tidak lain adalah dengan memohon perlindungan Allah swt. Karena setan itu ibarat anjing yang diberi kuasa oleh Allah memerangi kita. Jika kita sibuk memeranginginya, kita akan kepayahan dan menghabiskan waktu saja, yang pada ahirnya kitalah yang kalah. Karena itu dengan melapor kepada Tuhan (Allah) yang menguasai anjing itu (setan), agar segera menyingkirkannya dari kita. Ini adalah cara yang lebih utama dan paling tepat.
  2. Ulama lain mengatakan, bahwa cara menolak setan adalah dengan bersungguh-sungguh (mujahadah) dan selalu dalam kesiagaan penuh melakukan penolakan, penangkalan dan perlawanan.
Sedang menurut Imam Al Ghozali, cara yang optimal dalam memerangi setan adalah dengan cara mengkombinasikan dua cara tersebut. Jadi, pertama kali kita harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan, sebagaimana yang diperintahkan Allah. Karena hanya Allah sajalah yang kuasa menyelesaikan kejahatan setan.

Kemudian jika setan selalu dapat mengalahkan kita, maka harus menyadari bahwa kemenangan setan itu merupakan ujian dari Allah, agar kita lebih bersungguh-sungguh memerangi dan mengoptimalkan kekuatan dalam melaksanakan perintah Allah, serta agar kita benar-benar bersabar. Sama halnya perintah Allah kepada kita untuk menghadapi dan memerangi orang-orang kafir, padahal hakekatnya Allah kuasa menumpas orang-orang kafir. Maksudnya tidak lain adalah supaya kita mendapat bagian amal perang, amal sabar, bisa bersih dari dosa dan bisa memperoleh derajat sebagai syuhada. Sebagai mana firman Allah swt:

وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ .....
".....dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (QS. Ali Imran:140)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran:142)

Demikian sedikit gambaran dan renungan kita dalam menghadapi reka yasa, tipu daya dan kejahatan setan yang selalu menghalagi kita beribadah kepada Allah.
Semoga bermanfaat.
============================
Minhajul Abidin
diposting oleh: Musthaf