14 Agustus 2010

Doa Shalat Witir di Bulan Romadhon


هذه الـقـصدة قلبى ينادى



قَلْبِىْ يُنَادِيْ يَارَبِّ صَاحَ يَاهَـادِيْ يَارَبِّ
اَنْتَ عَوْنِى اَنْتَ حِصْنِى اَنْتَ غَوْثِىْ اَنْتَ اَمْنِىْ
لَسْتُ اَرْجُوْغَيْرَأَنـِّىْ فِى الْقِيَامَةِ تَعْفُوْ عَنِّىْ
فَفِى الْقِيَامَةِاَرْجُوالسَّلاَمَ وَفِى الْخِتَامَةْ جَنَّاتُ عَدْنِ

Doa Shalat Witir di Bulan Romadhon

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْكَ لاَنُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنْ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَةْ ، يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَ لِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكْ. فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيتَ. وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَا ، اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ يَاذَاالْجَلاَلِ وَلإِكْرَامْ وَالْمَوَاهِبِ الْعِظَامْ وَرََضِيَ اللهِ تَعَالىَ عَنْ اَصْحَابِ سَيِّدِنَا رَسُولِ اللهِ اَجْمَعِيْنْ ، وَعَنَّا وَعَنْ وَالِدِيْنَاوَعَنْ مَشَايِخِنَا وَعَنْ مُعَلِّمِيْنَا وَوَالِدِيْهِمْ والْحَاضِرِيْنَ وَعَنْ جَمِيْعِ الْمُسْلِيْنَا بِرَحْمَتِكَ يَاأرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ فَارِقَ الْفُرْقَانَْ وَمُنْزِلَ الْقُرْآنْ بِالْحِكْمَةِ وَالْبَيَانْ ،  بَارِكِ اللَّهُمَّ لَنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانْ (ثلاثا)  أَعَادَهُ اللهُ عَلَيْنَا وَعَلَيْكُمْ سِنِيْنًابَعْدَ سِنِينَ وَاَعْوَامًا بَعْدَ أَعْوَامٍ عَلى مَايُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ذُوْالْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ، اللَّهُمَّ إِنَّ لَكَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَفِيْ كُلِّ لَيْلَةِ مِنْ لَيَا لِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ عُتَقَاءَ وَطُلَقَاءَََ وَنُقَذَاءَ وَأُمََنَاءَ وَأُسَرَاءَ َوَأُجَرَاءَ مِنَ النَّارْ فَاجْعَلْنَا اللَّهُمَّ وَوَالِدِيْنَا وَمَشَايِخَنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَوَالِدِيْنَهِمْ وَالْحَاضِرِيْنَ وَجَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ وَطُلَقَائِكَ وَنُقَذَائِكَ وَأُمَنَائِكَ وَأُسَرَائِكَ وَأُجَرَائِكَ مِنَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَاسْتُرْعُيُوْبَنَا وَفَرِّجْ هُمُوْ مَنَا وَاكْشِفْ غُمُوْ مَنَا وَحَسِّنْ مُنْقَلَبنَا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَا عَتِكَ أَعِنَّاوَعَنْ بَابِكَ فَلاَ تَطْرُدْنَا وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. إِلَهَنَا قَدْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ وَأَمَّلَ جُوْدَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ وَلَكَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَفِيْ كُلِّ لَيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَا ئِزُ وَمَوَاهِبُ وَعَطَايَاتَمُنُّ بِهَا عَلى مَنْ تَشَاءُ ، فَاجْعَلنَا اَللَّهُمَّ وَوَالِدِيْنَا وَأَوْلاَدَنَا وَمَشَايِخَنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَوَالِدِيْهِمْ وَالْحَاضِرِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنْكَ الْعِنَايَةِ ، هَانَحْنُ تَدْعُوْكَ كَمَا أَمَرْ تَنَا فَاسْتَجِبْ لَنَا كَمَا وَعَدْ تَنَا إِنَّكَ لاَتُحْلِفُ الْمِيْعَادْ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِسَالِمِيْنَ (ثلاثا) وَأَلْحِقْنَابِاالصَّالِحِيْنَ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ آمِنِيْنَ وَمَتِّعْنَابِالنَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ ، اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أمَّةِ سَيِّدِنَامُحَمَّدْ ، وَجْعَلْنَامِنْ خِيَارِ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن



Disalin dari kitab:
السَّبِيْلُ الْوَاضِحُ , شيخ بن أبي بكربن محمد السّقاف

17 April 2010

E-Book

E Book yang saya posting ini bisa didownload dengan gratis. Saya dapat dari berbagai sumber. ada juga yang dapat kiriman dari teman lewat e mail. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya posting di sini, tapi sebagai langkah awal saya kira ini dulu, dan lain waktu mungkin akan saya tambah jumlah koleksinya.


1. MUSYAWARAH BURUNG


Karya Attar, yang dalam bahasa aslinya berjudul Mantiqu’t-Thair dan berbentuk puisi yang berwatak mistis religius, agaknya ditulis dalam pertengahan kedua abad kedua belas Masehi. Sejak waktu itu, setiap selang beberapa tahun terbit edisi baru di negeri-negeri Timur Tengah dan Timur Dekat.

Terjemahan bahasa Indonesia atas karya itu dikerjakan dari teks terjemahan bahasa Inggris dari C. S. Nott, berjudul The Conference of the Birds. Cetakan pertama kali pada tahun 1954 M di London.

Dalam menelaah karya Attar (dari terjemahan Nott), penterjemah Indonesia banyak menemukan bagian-bagian yang dapat dicari rujukannya dalam Al-Quran. Dan dengan
menemukan rujukan-rujukannya dalam Al-Quran, bagian-bagian yang semula gelap baginya, dapat dicerahkan. Hal-hal demikian, dalam terjemahan Indonesia, dibubuhkan pula sebagai catatan kaki. Dalam mencari rujukan-rujukan dalam Al-Quran itu penterjemah Indonesia mempergunakan The Meaning of the Glorious Koran dari Mohammed Marmaduke Pickthall, di samping The Holy Qur’an dari Maulawi Sher ‘Ali. (Hartojo Andangdjaja)

Download


2. KISAH-KISAH SUFIE


Telah berabad-abad lamanya para guru Sufi mengajar murid-muridnya dengan menggunakan kisah-kisah ini, yang dianggap memiliki kekuatan untuk meningkatkan persepsi yang tidak diketahui oleh manusia biasa. Idries Shah telah menjelajahi tiga benua bertahun-tahun lamanya untuk mengumpulkan dan membandingkan versi lisan kisah-kisah yang mengagumkan ini. Dengan pelbagai cara, banyak diantara kisah ini telah menyusup ke dalam tradisi sastra Barat dan Timur. Kumpulan kisah karya Idries Shah ini disuguhkan kepada anda dalam bentuk buku.


Semua kisah atau dongeng, paling tidak mengandung kebenaran tertentu dan seringkali dongeng-dongeng itu memungkinkan masyarakat menyerap gagasan-gagasan yang sulit dipahami atau bahkan tidak bisa dicerna jika disampaikan dalam bentuk pemikiran yang wajar. Oleh karena itu, dongeng digunakan para guru Sufi untuk memberikan suatu gambaran kehidupan yang lebih sejalan dengan perasaan mereka dibandingkan melalui wahana kegiatan intelektual.

Setiap dongeng mengandung banyak makna berlapis-lapis yang dirancang secara khusus untuk memicu pemahaman dan refleksi diri para pembacanya. Salah satu karya Idries Shah ini

Download


3. JALAN SUFIE


Sufi adalah orang yang mengerjakan sesuatu sebagaimana orang lain mengerjakan –jika diperlukan. la juga orang yang mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang lain –jika diminta. (Nuri Mojudi)

Banyak orang mengaku dibingungkan oleh kebiasaan (adat) Sufi, dan terpaksa sampai pada suatu keputusan bahwa mereka memang ingin dibingungkan. Lainnya, dengan berbagai alasan yang lebih jelas, menyederhanakan sesuatu yang demikian luas, sehingga ‘Sufisme’ hanya semacam pemujaan cinta, meditasi atau sesuatu yang dipilih secara seimbang.

Namun dengan suatu ketertarikan yang netral, dan mengetahui macam-macam tindakan Sufi, seseorang dapat melihat karakteristik umum yang bercahaya di wajahnya.

Para guru (para bijak), sekolah-sekolah, para penulis, ajaran-ajaran, humor-humor, sejumlah mistisisme dan rumusan-rumusan Sufi, semuanya berkait dengan relevansi sosial dan psikologi pemikiran manusia. Buku ini juga dikarang oleh Idries Shah.

Download


4. MENGAPA HARUS BERSERAH


... jejakilah halaman demi halaman buku ini, insya Allah, Anda akan mendapatkan mutiara zuhud, tawakal, dan ikhlas ...
Ibn Athaillah bermaksud menepis pandangan yang mengesankan kepasrahan sebagai kemalasan. Pasrah kepada pengaturan Allah atau berserah diri kepada kehendak-Nya tidaklah sama dengan berhenti bekerja, berhenti mengais rezeki, ataupun berhenti berdoa lantaran menyerahkan semuanya kepada Allah. Bahkan, adab berharta, mencari rezeki, berusaha, dan berdoa merupakan tema penting dalam buku ini.
Buku ini menawarkan cara tepat untuk memandang hidup. Karenanya, buku ini bak kacamata, yang dengannya matahati kita yang rabun bisa melihat lebih sempurna. Dengan penglihatan yang sempurna, tentulah hidup ini menjadi semakin jelas. Dan dengan jelasnya hidup, tentunya perjalanan kita menempuhnya menjadi lebih lurus dan lancar tidak nabrak-nabrak dan tidak nyasar-nyasar.
Dengan gaya tutur yang menawan, Ibn Athaillah menuntaskan persoalan takdir dan ikhtiar. Menurutnya, setiap manusia wajib berikhtiar, tetapi tugas pertama setiap orang beriman adalah menyandarkan keseluruhan diri dan upayanya kepada Tuhan Sang Pengatur semesta. Tugas
utama manusia adalah iman, percaya kepada kekuasaan Allah. Setelah itu, lepaskan semua ketergantungan kepada selain Dia. Sungguh, hanya Dia yang pantas menjadi tumpuan harapan, karena selain Dia tak bisa memberi jaminan keselamatan Itulah rahasia iman. Itulah makna tawakal. Itulah arti zuhud yang sesungguhnya. (http://id.serambi.co.id)

Download


5. Secret of The Secrets (Sirr al-Asrar) oleh Syekh Abdul Qadir Al Jailani


Sirr al-Asrar—judul asli buku ini—hadir untuk menuntun kita menapaki jalan-jalan yang sunyi menuju rahasia dan yang di balik rahasia.Syekh Abdul Qadir membawa kita menelusuri jejak-jejak Tuhan yang terhampar di alam semesta dan di dalam diri kita; mengarahkan kita menuju kedalaman hakikat dan menyatu dengan Sang Hakikat.
Ajaran-ajaran dasar Islam—salat, puasa, zakat, dan haji—dikupas kedalaman maknanya dan keeratan hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari.Disertai panduan salat-salat sunat dan zikir-zikir penyejuk kalbu, buku ini
akan memandu kita meraih hakikat kelembutan, mencapai keikhlasan, dan menghampiri Sang Kekasih Yang Mahasuci. Prinsip-prinsip spiritualitas Islam diulas secara lugas. Meski banyak ulama yang menulis karya-karya sufistik, Syekh Abdul Qadir al-Jailani memaparkan jalan ruhani ini secara lebih gamblang dan dapat dicerna oleh khalayak luas.
Karena itu pula buku ini dipandang sebagai jembatan antara dua karyanya yang terkenal, Ghunyat al-Thalibin (Bekal Para Pencari), yang merupakan panduan menjadi muslim yang saleh, dan Futuh al-Ghayb (Penyingkapan Kegaiban), ceramah-ceramahnya mengenai tema-tema spiritual. Tanpa melalui Sirr al-Asrar, orang takkan mampu memahami Futuh al-Ghayb. Sirr al-Asrar merupakan gerbang menuju kota ilmu tersebut. (http://novelislam.blogspot.com/)

Dowload


6. Dalailul Khairat

Kitab Dalailul Khairat berisi kumpulan amalan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. yang dilazimkan untuk tiap-tiap hari dalam sepekan. Kitab ini disusun oleh Ulama terkelal dari Maroko bernama Syeh Abi Abdillah Muhammah bin Sulaiman Al Jazuli, rahmatullahi alaih. Juga terdapat amalan lain seperti Hizib-Hizib. Silahkan bagi yg ingin download, file ini berbentuk pdf.

Download

01 Desember 2009

MUNAJAT SEBAGAI SARANA CURHAT


Curhat dengan kekasih yang aku cinta adalah hal yang sangat indah, mengasyikan dan menyegarkan, rasanya seperti dunia ini tak berpenghuni selain aku dan kekasihku. Hingga jiwa ini terasa luas. Semua sirna dan lupa dengan segala yang ada. Getar-getar jiwa dan luapan rasa, mendesak angan dan pikiran hingga mabuk kepayang. Pujian dan sanjunga tak henti-hentinya terucapkan, meski bibir ini mengering dan suara tinggal bisikan sungguh aku tak pernah memperdulikan. Karena semburan cinta di dada berkobar makin membara. Dialah kekasih yang selalu kupuja dan membuatku bahagia. Kucurahkan segala harapan dan kutumpahkan segala sanjungan. Damai jiwa ini, temtram hati ini jika aku ada di sisinya. Aku tak lagi punya rindu, karena kekasihku kini hadir bersamaku. Langit tak lagi tinggi, arah tak lagi memiliki jarak, langkah-langkahku telah kutinggalkan beberapa saat yang lalu, kini terhenti dihadapan wajah kekasihku. Begitu juga desiran angin-angin malam, ombak-ombak di lautan, suara makhluk penghuni alam, gemercik air sungai-sungai, semua terhenti menyaksikan perjumpaan. Aku dan kekasihku......dst.

Mungkin masih banyak yang harus aku ungkapkan, tapi karena terbatasnya kata yag aku punya. Rasanya jika memang benar-benar terjadi, aku bisa bercinta dan menjadikan Allah sebagai kekasihku dan aku menjadi kekasihNya, mungkin aku tak bisa lagi menulis di blog ini. Karena apalah arti menulis di sini dibanding dengan nikmatnya perjumpaan dan memandu kasih dengan Allah. Sungguh suatu kenikmatan yang tak bisa tergambarkan, dan dapat melupakan segala yang terlintas dalam pikiran. Banyak kita saksikan seorang manusia yang dilanda cinta dengan sesama, mereka dibuatnya buta, mabuk dan lupa segala-galanya. Itu baru cinta kepada sesama manusia, makhluk yang tidak lepas dari unsur kelemahan dan kecacatan. Sedang Allah, adalah Tuhan sumber dan pencipta segala keindahan, sempurna dalam Dzat, sifat maupun perbuatan. Adanya adalah tunggal, tak ada yang serupa denganNya, Dia melampaui waktu yang kini dan yang akan datang, tak ada masa yang membelakangi dan juga memaksa menyusulnya, tak ada penyingkapan yang bisa menampakanNya atau pun penutup yang menyembunyikanNya, tak ada bilangan yang dapat menghimpunNya, tidak juga lawan yang mencegahNya, tidak ada batas yang memangkasNya, tidak juga tempat yang melingkupiNya, tidak ada alam yang mampu menawanNya, tidak juga mata yang bisa menatapnya, di alam was-was, tak ada pengetahuan yang mampu menggambarkanNya. KeagunganNya meninggi sejak masa tak terhinga. Yang tak mengenal ketergeseran, juga tidak perubahan. Kerajaannya abadi dan tak ada sesuatu yang mencukupiNya. (Al Qusyairiyah)

Kita sama maklum bahwa, cinta itu datangnya dari pandangan kepada sesuatu yang kita kenal. Kita tidak mungkin mencintai sesuatu atau seseorang yang tidak kita kenal. Jika perkenalan itu sudah masuk dalam wilayah hati, maka biasanya akan timbul getaran yang memberikan sinyal pancaran cinta. Pancaran cinta yang terus menerpa hati atau jiwa, maka bagai percikan api yang jatuh dalam tumpukan jerami, kita bisa bayangkan apa yang bakal terjadi. Percikan api cinta akan segera membuat bara yang ahirnya menyala. Orang-orang yang dapat bercinta dengan Allah, merekalah yang benar-benar mengenal keindana-Nya. Lalu mereka menyingkirka segala bentuk-bentuk kemaujudan lain yang dapat menutupi hatinya, hingga keindahan cahaya Ilahi langsung jatuh menyinari.

Para ahli pencinta, biasa membuat lubang dengan membuka beberapa atap genteng rumah hatinya jika mereka tidak mampu membuka semuanya, agar sinar-sinar cahaya ilahi masuk ke dalam ruang hatinya. Lubang inilah yang mereka penuhi dengan munajat, dzikir, do'a-da'a, sebagai sarana dialog dan curahan hati pada sang Pencipta, Allah SWT dimana mereka ingin menjadi kekasih-Nya.

Berikut ini aku tuliskan beberapa contoh munajatnya orang-orang saleh:

Tuhanku, akulah hamba yang fakir dalam kekayaanku, maka bagaimana tidak akan merasa fakir dalam kefakiranku.

Tuhanku, akulah hamba yang bodoh dalam ilmu pengetahuan ini, maka bagaimana takkan lebih bodoh lagi dalam hal-hal yang masih bodoh.

Tuhanku, dari padaku pasti akan terjadi sesuatu yang layak dengan sifat kerendahan, kekurangan dan kebodohanku, dan dari pada-Mu ya Allah pasti akan terbit segala hal yang layak dengan kemuliaan dan kebesaran-Mu.

Tuhanku, Engkau telah menyebu diri-Mu dengan sifat lemah lembut terhadap hamba-Mu sejak sebelum adanya kelemahanku, maka apakah kini Engkau tolak diriku dari kedua sifat-Mu itu, setelah nyata adanya kelemahan dan kebutuhanku?

Tuhanku, jika timbul dari padaku amal kebaikan, maka itu semata-mata karena karunia-Mu, dan Engkau yang berhak untuk menuntut padaku, sebaliknya jika terjadi kejahatan dari padaku, maka itu semata-mata karena keadilan-Mu dan Engkau tetap berhak menuuntutku atas kejahatan itu. Tuhanku, bagaimana Engkau kembalikan padaku untuk mengurusi diriku padahal Engkau telah menjamin aku, dan bagaimana aku akan hina padahal Engkau yang menolong aku dan bagaimana aku akan kecewa jika Engkau yang kasih padaku.

Inilah aku mendekat pada-Mu dengan perantara kefakiranku pada-Mu, an bagaimana aku dapat berperantara kepada-Mu dengan sesuatu yang mustahil akan dapat sampai kepada-Mu. Dan bagaimana aku akan menyampaikan hal keadaanku kepada-Mu, padahal tak ada satu pun yang tersembunyi dari pada-Mu. Dan bagaimana akan aku jelaskan halku pada-Mu, sedang kata-kata itu pula dari pada-Mu. Atau bagaimana aku akan kecewa pada harapanku, padahal aku telah datang menghadap-Mu. Dan bagaimana tidak akan menjadi baikkeadaanku, sedang ia berasal dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu.

Tuhanku, alangkah besar lunak_mu terhadap diriku, padahal sangat dunguku, dan alangkah besarnya rahmat-Mu kepadaku meski sangat buruknya perbuatanku.

Tuhanku, alangkah dekat-Mu padaku, dan alangkah jauhku dari-Mu.

Tuhanku, alangkah kasih-Mu padaku, maka apakah yang telah menutupi aku dari pada-Mu.

Tuhanku, tatkala terbungkam lisanku oleh sebab dosa-dosaku, maka tebukalah lisan ini oleh karena melihat kemurahan-Mu yang tak terhingga. Dan tatkala aku berputus asa untuk mendapatkan rahmat-Mu oleh karena sifatisifat kerendahanku, maka terbukalah harapanku bila melihat pemberian-pemberian-Mu.

Tuhanku, inilah kehinaanku yang nyata dihadapan-Mu, dan inilah keadaankutak tersembunyi dari pada-Mu. Dari-Mu aku mohon supaya dapat sampai kepada-Mu. Dan dengan Engkau aku mencari hidayah kepada-Mu. Maka berilah kepadaku hidayah dengan nur cahaya-Mu untuk sampai kepada-Mu, dan tegakkanlah aku dalam kesungguhan pengabdianku di hadapan-Mu.

Masih banyak bentuk-bentuk munajat yang indah dan mengharukan, yang ditulis oleh orang-orang shaleh dan arif yang mengetahui hakikat dirnya sebagai i seorang hamba, dan hakikat Allah Tuhan pencipta.

--------------
musthaf_merenung
contoh munajat bersumber dari kitab Al-Hikam, Ibnu Athaillah.

27 November 2009

Niat


Aktivitas perbuatan manusia pada umumnya akan selalu diawali dengan adanya dorongan niat yang terbersit dalam hati. Dorongan seperti ini akan mendasari kesadaran seseorang dalam melakukan aktivitasnya. Suatu aktivitas yang tidak didasari oleh kesadaran niat dalam hatinya, bisa jadi aktivitas ini dilakukan oleh orang gila atau orang yang hilang kesadarannya, seperti orang yang kaget terkena tusukkan jarum tanpa ia ketahui sebelumnya hingga dengan refleks ia akan menggerakan bagian badan yang terkena jarum, aktivitas orang yang mengigo saat dia tidur dan orang yang kerasupan jin atau setan. Mungkin kita bisa membedakan nilai antara aktivitas yang didasari oleh kesadaran niat melakukan, dengan yang tidak. Baik dari bentuk aktivitasnya maupun hasil dari aktivitas tersebut. Aktivitas seseorang yang didahului dengan niat, cenderung akan melakukan rencana atau langkah-langkah dan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dan bagi mereka yang mempunyai keteguhan tekad yang kuat, mereka tidak akan mudah goyah dan menyerah sebelum behasil menyelesaikan aktivitas yang mereka lakukan. Aktivitas seperti ini akan lebih dinikmati dan dirasakan oleh si pelaku. Bahkan ia akan merasakan nikmat tersendiri sebelum melakukan aktivitas.

Niat adalah gerak hati (khathir) dengan penuh kesadaran untuk melakukan suatu amal berbuatan dengan tujuan tertentu. Oleh karena itu niat dalam hati ini menjadi landasan penting dalam setiap amal-amal seseorang. Baik buruknya suatu amal di hadapan Allah akan ditentukan oleh niatnya.

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab r.a., Rasulullah bersabda:

اِنَّمَاالاَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى اللّهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلَى اللّهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَاأَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلَى مَاهَاجَرَاِلَيْهِ (متفق عليه

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niat, dan sesungguhnya setiap orang (beramal) menurut niatnya. Barang siapa yang hijrahnya karena ingin mendapatkan keridhaan Alloh dan rasul-Nya. maka hijrahnya kepada keridhaan Alloh dan rasul-Nya, dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan dunia, ia dapatkan dunia itu, atau karena(untuk mendapatkan) seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka (balasan) hijrahnya (ia dapatkan) menurut (niat) hijrah yang ia lakukan. (متفق عليه)

Melihat Hadits di atas, kita dapat memahami bahwa begitu pentingnya arti niat dalam mengawali sebuah aktivitas amal, oleh karena itu kita dituntut untuk tidak main-main dengan niat. Karena apa yang kita niatkan, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dan yang mesti kita perhatikan adalah selalu bersikap curiga terhadap niat-niat kita, karena niat letaknya ada di dalam hati yang sangat halus dan samar, tersembunyi serta tidak mudah diketahui orang.

Bagi kita yang sangat memperhatikan kebersihan niat semata-mata ikhlas karena Allah, kadang kala kita perlu curiga kepada terbersitnya niat-niat yang sering muncul dalam hati. Karena niat-niat itu sering tanpa kita sadari bercampur dengan nafsu yang sering kali kita sendiri terkecoh dan terjerumus ke dalam unsur riya.

Kalau kita perhatikan setiap amalan hati (batin), seperti niat dan keyakinan (i'tiqad), yang begitu rahasia dan tidak mudah diketahui orang lain, tapi hanya diri kita dan Allah sajalah yang mengetahuinya, sepertinya Allah sangat mempercayakan hal ini kepada kita saja dan tidak melibatkan orang lain. Kita sendirilah yang mesti menjaga, memelihara, mengawasi dan merawat kemurnian dan kebersihan-nya, dengan langsung memohon pertolongan Allah. Dan Allah pun akan selalu menolong kepada siapa pun yang benar-benar memohon pertolonganNya sesuai yang dikehendakiNya.

-------------
musthaf merenung